Tanggal 19 Maret 2007 yang lalu ketemuan ama temen-temen ex SD Rajawali 1987 di Pondok Indah Mall II, bagi gw pribadi ini pertama kali ketemu ama mereka setelah lulus dari SD tahun 1987 jadi praktis udah 20 tahun ga tau kabar mereka lagi. Yang datang ada 14 orang. Gw sendiri, Amelia, Kiki Rojaz, Ria Armaniah/Dade, Henry Vienayoko, Iyul, Melda Sari , Wiradana, Arbaridi, Herry, Maya, Maya Jilbab, Eneng/Aldia, Intan. Tengkiu dah buat ridi atas foto-fotonya.
Dari sebuah milist
Ketika Pak Heru, atasan saya, memerintahkan untuk mencari klien yang bergerak di bidang interior, seketika pikiran saya sampai kepada Pak Azis. Meskipun hati masih meraba-raba, apa mungkin Pak Azis mampu membuat kios internet, dalam bentuk serupa dengan anjungan tunai mandiri dan dari kayu pula, dengan segera saya menuju ke bengkel workshop Pak Azis.
Setelah beberapa kali keliru masuk jalan, akhirnya saya menemukan bengkel Pak Azis, yang kini ternyata sudah didampingi sebuah masjid. Pak Azispun tampak awet muda, sama seperti dulu, hanya pakaiannya yang sedikit berubah. Kali ini dia selalu memakai kopiah putih. Rautnya cerah, fresh, memancarkan kesan tenang dan lebih santai. Beungeut wudhu-an ( wajah sering wudhu), kata orang sunda. Selalu bercahaya.Hidayah Allah ternyata telah sampai sejak lama, jauh sebelum Pak Azis berkecimpung dalam berbagai dinamika kegiatan Islam. Hidayah itu bermula dari peristiwa angin puting-beliung, yang tiba-tiba menyapu seluruh atap bengkel
workshop-nya, pada suatu malam kira-kira lima tahun silam. “Atap rumah saya tertiup angin sampai tak tersisa satupun.
Terbuka semua.” cerita Pak Azis.”Padahal nggak ada hujan, nggak ada tanda-tanda bakal ada angin besar. Angin berpusar itupun cuma sebentar saja.” Lanjut Baca »
Ditulis dalam Islam | 2 Komentar »